–pernahkah kau kuajak memainkanya?
sebuah permainan yang mengendap
dalam sebuah kotak, dan
ketika kau buka, muncullah
sejuta khayalan melambung di setiap pandangmu.
Mungkin saja akan keluar
badut bermuka lucu, atau sepeda mini
yang kau idamkan dari kecil, atau
kurcaci yang menemanimu bermain,
lebih seru lagi –muncul aku yang datang sebagai pangeranmu.
Ya, inilah yang dapat kuberi padamu,
oh, sayangku,
sebuah kotak permainan,
yang menyimpan imajinasiku.
(2010)
Kupon harapan
Di atas meja kerjaku,
tergeletak kupon undian
–bertuliskan
: kupon undian berjuta harapan.
(2010)
tergeletak kupon undian
–bertuliskan
: kupon undian berjuta harapan.
(2010)
Nyanyian maut
Di atas pangkuan mayat busuk ini,
ku tinggalkan jubah keemasan raja,
berkibarkibar di lengannya lagu rayu
mengajak siapa saja yang menyahut ragu.
Kini, aku duduk sendiri
menikmati candu –terbakar
menanti kabar, hingga akhirnya
menyusul mereka –menuju neraka.
(2010)
ku tinggalkan jubah keemasan raja,
berkibarkibar di lengannya lagu rayu
mengajak siapa saja yang menyahut ragu.
Kini, aku duduk sendiri
menikmati candu –terbakar
menanti kabar, hingga akhirnya
menyusul mereka –menuju neraka.
(2010)
Dansa
Di laut tak bernama, biru
terdiam melukis rindunya pada angin
–yang mengalunkan ombak,
meniupi burungburung camar, dan
memainkan layarlayar perahu.
Di laut tak bernama ini, biru
kembali mendekap sepi,
terdiam menunggu
–ingin berdansa
dengan angin riang.
(2010)
terdiam melukis rindunya pada angin
–yang mengalunkan ombak,
meniupi burungburung camar, dan
memainkan layarlayar perahu.
Di laut tak bernama ini, biru
kembali mendekap sepi,
terdiam menunggu
–ingin berdansa
dengan angin riang.
(2010)

